Open House “Fortune & Love” Minggu 18 Februari 2018

Open House “Fortune & Love” Minggu 18 Februari 2018

 

 

Pertama kali di tahun 2018, Barsa City Yogyakarta mengadakan open house bertemakan “Fortune & Love” di area marketing gallery yang letaknya hanya selangkah dari jalan raya Laksda Adi Sutjipto. Event kali ini dikemas dalam balutan nuansa hari kasih sayang, pada tanggal 14 Februari dan hari tahun baru cina pada 16 Februari. Berbagai menu hidangan dan minuman chinese food kami siapkan untuk memanjakan lidah para pengunjung. Lantunan musik akustik dan musik instrument mandarin menambah kecerian event “Fortune & Love” kemarin.

Diawal pembangunan, Barsa City me-launching Cornell Apartment, dan sudah terjual lebih dari 100 unit sampai hari ini. Harga yang ditawarkan mulai 400 jutaan, dengan angsuran 5 jutaan per bulan, dan promo yang sangat menarik fully furnished untuk semua tipe ruangan. View kota Yogyakarta, view kolam renang dari Cornell Apartment, dan view Gunung Merapi yang sampai saat ini menjadi view terfavorit. Ada 4 tipe ruang yaitu, Studio (SGA 22,76 m2), Deluxe (SGA 30.56 m2), 1 BR (SGA 38.72 m2) dan 2 BR (SGA 49.34 m2).

Konsep Terpadu Barsa City Yogyakarta

Konsep Terpadu Barsa City Yogyakarta

Barsa City, sebuah proyek terbaru dari Ciputra Group untuk menangkap ranumnya pasar properti di Yogyakarta. Barsa City melengkapi proyek mereka sebelumnya, CitraSun Garden dan CitraGrand Mutiara.

Barsa City menawarkan 2 tower, yaitu Tower Berkeley dan Tower Cornell dengan total 779 unit dan untuk memenuhi permintaan hunian vertikal di Yogyakarta. Untuk tahap pertama, yaitu Tower Cornell mempunyai total 346 unit yang terdiri dari Type Studio (SGA 22,76 m2), Tyle Deluxe (SGA 30,56 m2), Type 1 BR (SGA 38,72 m2)dan Type 2 BR (SGA 49,34 m2).

“Kami mengambil lokasi strategis di Jalan Laksda Adisutjipto km 7. Barsa City akan menggunakan lahan seluas 1,7 hektare,” ujar HOD Marketing Barca City, Sunarsih.

Barsa City akan menjadi sebuah kawasan terpadu Apartemen, Shophouse, Shopping Gallery dan Hotel. Barsa City diproyeksikan dapat menjadi destinasi shopping, bisnis maupun hang out anak muda dan menjadi pusat lifestyle termodern dan icon Yogyakarta.

Ciputra menerapkan penjualan dengan sistem NUP (Nomor Urut Pemesanan) sebesar Rp5 juta per unit bersifat refundable dan mulai dihitung pada 13 November 2017. Harga perdana yang ditawarkan mulai Rp400 jutaan dengan cara bayar cash, KPA dengan uang muka 36% bisa diangsur 36x, dan angsuran mulai Rp5 jutaan per bulan.

“Untuk pembangunan akan dimulai pada 2019 dengan proses pembangunan 3 tahun,” ungkap General Manager Barsa City Mushollin.

 

Sumber : http://malioboro.news/ini-konsep-terpadu-barsa-city-yogyakarta/

Investasi Rp 200 Miliar, Ciputra Kembangkan Mix Used di Jogjakarta

Investasi Rp 200 Miliar, Ciputra Kembangkan Mix Used di Jogjakarta

Meskipun ekonomi masih melambat namun Ciputra Group terus melakukan ekspansi. Kali ini salah satu raksasa properti Indonesia ini akan mengembangkan kawasan mix used Barsa City seluas 1,7 hektar di Jogjakarta dengan investasi awal Rp 200 miliar.

Andy Soegihardjo, associate director PT Ciputra Development Tbk mengatakan, Jogjakarta dinilai memiliki prospek yang cukup bagus. Selain sebagai kota pendidikan ternama di Indonesia, juga sebagai kota wisata kelas dunia.

“Ini proyek high-rise kami yang pertama di Jogjakarta. Kami akan kembangkan bertahap,” ujar Andy Soegihardjo usai acara Product Knowledge (PK) di Ciputra World Surabaya, Kamis (9/11).

Andy yakin Barsa City akan sukses di Kota Gudeg tersebut. Pasalnya, pihaknya sebelumnya sudah mengembangkan kawasan perumahan di sana. Apalagi, lokasi Barsa City cukup strategis di jalan utama Jogjakarta–Solo, dekat pusat kota dan Bandara Adi Sucipto serta dikelilingi banyak kampus.

Dikatakan dia, mix-used Barsa City akan dibangun beberapa bangunan komersial. Selain dua tower apartemen juga ada hotel bintang empat, shopping house dan shop gallery. Kedepan, kawasan ini akan menjadi ikon baru di Jogjakarta.

“Barsa City kami konsep akan menjadi tempat hangout dan lifestyle baru bagi anak-anak muda di Jogja. Karena itu, target market kami adalah generasi millennia,” tambahnya.

Mushollin, general manager Barsa City menambahkan, apartemen akan dikembangkan dua tower. Namun tahap pertama dibangun satu tower dulu. Sebanyak 342 unit mulai kemarin ditawarkan untuk customer. Ada empat tipe yakni studio, deluxe, 1 dan 2 bedroom.

“Kami pasarkan melalui NUP dengan harga mulai Rp 400 juta. Kami berharap dari Surabaya akan menyerap  sepertiga dari total yang kami tawarkan. Kami juga akan roadshow ke Jakarta minggu depan,” ujar Mushollin.

Sunarsih, HOD Barsa City mengatakan, investasi apartemen di Jogjakarta cukup menjanjikan. Selain capital gain-nya cukup tinggi juga kalau disewakan harganya juga menggiurkan. Saat ini rata-rata sewa apartemen di Jogjakarta sekitar Rp 3,5 juta per bulan. “Itu sewa untuk tipe studio. Sehingga hasil sewanya saja sudah bisa untuk mencicil,” kata Sunarsih. (fix/hen)

 

sumber : https://www.jawapos.com/radarsurabaya/read/2017/11/10/25705/investasi-rp-200-miliar-ciputra-kembangkan-mix-used-di-jogjakarta

Generasi Milenial Topang Penjualan Hunian Vertikal di Yogyakarta

Kalangan pengembang, meyakini bahwa banyak penjualan properti khususnya hunian vertikal di pusat perkotaan bakal ditopang oleh generasi milenial. Kreativitas yang dilakukan kalangan generasi milenial, yakni masyarakat yang berusia 18 hingga 34 tahun bakal menjadi pasar yang sangat dominan pada sepuluh tahun ke depan.

Ketua Real Estat Indonesia DPD DIY Rama Adyaksa Pradipta mengatakan, kemacetan sudah mulai melanda kota-kota besar termasuk Kota Yogyakarta, dan masyarakat modern bakal mencari hunian yang berdekatan dengan tempat kerja mereka. “Saat ini pun sudah mulai terasa, bagaimana 10 tahun ke depan? Berapa waktu yang harus dihabiskan pengendara akibat macet. Belum lagi kerepotan mencari parkir. Itu sebabnya hunian vertikal yang ada di pusat-pusat bisnis bakal menjadi incaran,” paparnya, Senin (13/11/2017).

Rama melanjutkan, saat ini terdapat fenomena dari generasi milenial yang memilih menunda pembelian atau tinggal di rumah. Menurutnya, mereka lebih senang tinggal di apartemen yang praktis dan memiliki nilai jual yang terus merangkak naik. “Mereka mulai terbiasa dengan apartemen yang berada pada lokasi-lokasi strategis sehingga mendukung mobilitas generasi milenial yang tinggi. Bandingkan dengan perumahan dengan harga terjangkau ada di kawasan yang jauh dari pusat kota,” tuturnya.

Bahkan kecenderungannya, kata dia, generasi milenial tidak terlalu memikirkan kendaraan pribadi seperti mobil untuk mendukung aktivitas. Dia bilang, ada kecenderungan beralih pada transportasi publik untuk menghemat biaya. “Saat ini pun generasi milenial adalah pengguna dominan transportasi berbasis online. Dan pemerintah berusaha mengejarnya dengan menyediakan transportasi publik yang memadai,” ujarnya.

Tidak heran jika banyak apartemen, terutama di kawasan strategis, menawarkan kemudahan akses untuk penghuninya. Selain itu, generasi milenial merupakan generasi haus teknologi. Mereka terbiasa hidup praktis sehingga tak bisa jauh sambungan internet.

“Itulah sebabnya lokasi apartemen akan berhubungan erat dengan kepentingan seseorang. Di luar pertumbuhan nilai investasi, pemilihan lokasi apartemen dipertimbangkan yang paling dekat dengan kantor atau kampus,” paparnya. Tantangan pengembang saat ini, kata Rama adalah mendirikan hunian vertikal itu, dekat dengan akses transportasi masal sehingga mendukung keseharian aktifitas mereka yang menuntut ketepatan waktu.

“Untuk mewujudkan hunian vertikal yang terkoneksi dengan transportasi masal, kami perlu bersinergi dengan Pemda,” imbuhnya.

General Manager Barsa City Yogyakarta Mushollin mengaku setuju dan optimis pasar generasi milenial bakal menjadi penopang penjualan apartemen. Dengan begitu, apartemen di pusat kota dengan infrastruktur dan teknologi baik menjadi pilihan mereka.

Keoptimisan itu yang hendak dibuktikan oleh Ciputra Group dengam merilis proyek apartemen perdana mereka di Kota Gudeg, Barca City Yogyakarta di kawasan padat, Laksda Adisucipto km 7 Janti, yang mengambil tagline: Urban Millenial Living.

“Tantangan bagi pengembang hunian vertikal tentu saja harus mampu memenuhi tuntutan generasi milenial yang akan menjadi pangsa pasar properti saat ini. Jika hal ini mampu dipenuhi maka pasar apartemen akan tetap seksi,” tambahnya.

Sumber : http://jogja.tribunnews.com/2017/11/13/generasi-milenial-topang-penjualan-hunian-vertikal-di-yogyakarta