Ir. Ciputra Raih Penghargaan dari Asosiasi Kontraktor Asia Pasifik

Ir. Ciputra Raih Penghargaan dari Asosiasi Kontraktor Asia Pasifik

Begawan properti dan tokoh entrepreneurship Indonesia, Dr (HC) Ir Ciputra, kembali menerima penghargaan bergengsi dari Asosiasi Kontraktor Asia Pasifik. Penghargaan yang dianugerahkan di Hotel Grand Hyatt, Jakarta, Rabu (5/3) ini terkait dengan jasa dan kiprah Ir Ciputra di bidang konstruksi baik untuk level dalam negeri maupun kiprahnya di sejumlah negara.

Lembaga yang memberikan penghargaan tersebut adalah The International Federation of Asian and Western Pacific Contractors Association atau disingkat IFAWPCA. Sedangkan kategori penghargaan yang diberikan adalah Yeoh Tiong Lay-IFAWPCA Award For Excellence. Penghargaan itu diberikan di hadapan ratusan peserta IFAWPCA yang berasal dari Taiwan, Malaysia, Singapura, Indonesia, Jepang, Srilanka, Maladewa, Nepal, Bangladesh, India, Korea Selatan, dan Hongkong. Penghargaan diberikan langsung oleh Dr. Sudarto selaku Presiden IFAWPCA.

Dalam sambutannya, Ir Ciputra menyampaikan rasa kagumnya kepada para kontraktor di seluruh dunia. Menurut Ir Ciputra, kontraktor merupakan profesi yang punya peran besar dalam mengubah wajah sebuah kota.

‘Kontraktor itu adalah satu agen pengubah wajah peradaban dan turut menentukan kemajuan sebuah peradaban. Namun sayang, profesi kontraktor ini kadang tidak diikuti dengan perolehan laba bisnis yang signifikan,’ katanya.

Ir Ciputra juga mengajak para kontraktor agar tidak berpuas diri dengan hanya menekuni profesi sebagai kontraktor saja. Secara ekstrem, Ir Ciputra bahkan mengajak para kontraktor untuk beralih dan menekuni profesi lain.

‘Saya dulu juga seorang kontraktor. Namun saya tidak puas karena hanya menjadi kontraktor saja. Lalu saja terjun ke dunia developer. Setelah itu, saya menggeluti dunia entrepreneurship. Karena itulah saya mengajak Anda sekalian agar memperluas wawasan bisnis. Jangan hanya berpuas diri setelah sukses menjadi kontraktor,’ kata Ir Ciputra. (boni)

Ciputra Development Berhasil Raih Penjualan Sebesar Rp 84 triliun

Ciputra Development Berhasil Raih Penjualan Sebesar Rp 84 triliun

PT Ciputra Development Tbk (CTRA) berpartisipasi dalam Investor Summit yang diselenggarakan Bursa Efek Indonesia hari ini. Melalui acara ini, CTRA memaparkan kinerja sembilan bulan pertama tahun 2015 sekaligus merangkum kinerja anak perusahaan PT Ciputra Surya Tbk (CTRS) dan PT Ciputra Property Tbk (CTRP).

“Selama sepuluh bulan ini, kami mencatat penjualan sebesar Rp8,4 T atau 88% dari target tahunan sebesar Rp9,5 T. Dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu, CTRA mencatat kenaikan transaksi penjualan sebesar Rp1,8 M (28%),” terang Tulus Santoso, selaku Direktur dan Sekretaris Perusahaan. Selama sepuluh bulan tahun 2015 CTRA meluncurkan 1 proyek residensial baru yang langsung di bawah Perusahaan, yaitu CitraGarden City di Malang, Jawa Timur pada bulan Oktober 2015.

Melalui anak perusahaan CTRS, telah diluncurkan 2 proyek high-rise yaitu: Gedung Perkantoran Ciputra World Surabaya pada bulan April dan SOHO (Small Office Home Office) Ciputra World Surabaya pada bulan September 2015 serta 1 proyek residensial CitraLand City Losari di Makassar pada bulan Oktober 2015 dan sampai akhir Oktober CTRS berhasil membukukan total transaksi penjualan sebesar Rp3,8 T, naik 146% dari periode yang sama tahun lalu.

Sedangkan melalui anak perusahaan CTRP, telah direalisasikan penjualan 185 unit apartemen Ascott Kuningan Jakarta pada bulan Mei 2015 dan diluncurkan pengembangan proyek villa seluas 6 ha yang merupakan bagian dari Ciputra Beach Resort di Bali pada bulan Oktober ini. CTRP sampai dengan Oktober mencatat transaksi penjualan sebesar Rp 1 T, relatif sama dibandingkan dengan periode yang sama tahun 2014.

Sampai dengan kuartal ke 3 2015 ini CTRA berhasil membukukan pendapatan sebesar Rp5,4 T meningkat 27% dibandingkan dengan periode yang sama tahun 2014 yaitu sebesar Rp4,3 T. Hal ini berasal dari kenaikan penjualan residensial dan kenaikan pendapatan komersial, masing-masing sebesar Rp906 M (26%) dan Rp242 M (32%). Laba bersih naik dari Rp882 M menjadi Rp935 M (6%) seiring dengan kenaikan pendapatan.

Sementara itu anak perusahan CTRS membukukan pendapatan sebesar Rp1,4 T, atau naik 32% dari pendapatan tahun lalu yang tercatat Rp 1,1 T. Laba bersih CTRS juga mengalami kenaikan dari Rp380 M menjadi Rp461 M. Sedangkan CTRP, membukukan pendapatan Rp1,8 T, tumbuh 69% dibandingkan dengan tahun lalu sebesar Rp 1,1 T dan seiring dengan kenaikan ini, laba bersih CTRP juga tubuh 16% menjadi Rp264 M. (bn)

Ciputra Group Bukukan Kenaikan Laba Bersih 36%

Ciputra Group Bukukan Kenaikan Laba Bersih 36%

Rapat Umum Pemegang Saham Ciputra Group telah berlangsung di Ciputra Artpreneur, Ciputra World 1 Jakarta dengan hasil pembagian dividen total Rp121 M dan akan dibagikan 31 Juli 2015. Rangkaian RUPS dimulai dengan PT Ciputra Surya Tbk (CTRS), PT Ciputra Property Tbk (CTRP) dan dirangkum dengan PT Ciputra Development Tbk (CTRA). Ciputra Group optimis kinerja akan terus menunjukkan pertumbuhan seiring dengan pertumbuhan perekonomian Indonesia dan kondisi makro ekonomi dunia. “Kami terus mencari inovasi dalam menghadapi tahun-tahun properti yang tidak segemilang era booming beberapa tahun yang lalu, namun dengan dukungan pemerintah melalui regulasi yang menunjang kemajuan dunia properti, kami optimis tahun depan akan lebih baik” terang Candra Ciputra, selaku CEO Ciputra Group.

Pendapatan CTRS Naik 36%

Pendapatan CTRS ditahun 2014 mencapai Rp1,71 T yang mencerminkan kenaikan sebesar 36% dari tahun sebelumnya sebesar Rp1,26 T. Seiring dengan peningkatan pendapatan, laba bersih CTRS juga mengalami peningkatan 31% dari tahun sebelumnya Rp399 M menjadi Rp522 M. Selanjutnya marketing sales tercatat turun sebesar 48% dari tahun sebelumnya sebesar Rp3,23 T menjadi Rp1,81 T ditahun ini. Hasil akhir RUPS mengumumkan CTRS membagikan Rp 51.450.485.684,- sebagai dividen bagi pemegang sahamnya, yang akan dibayarkan pada 28 Juli 2015.

Marketing Sales CTRP Naik 175%

Kinerja CTRP membukukan kenaikan pendapatan dan marketing sales di tahun 2014. Pendapatan yang diraih mencapai Rp1,66 T, naik 14% dari tahun 2013 sebesar Rp1,45 T. Marketing sales juga mengalami kenaikan yang spektakuler sebesar 191% yang tercatat sebesar Rp1,46 T dibandingkan dengan tahun lalu sebesar Rp Rp502 M. sementara itu, laba bersih CTRP juga mengalami penurunan 7% dari tahun sebelumnya Rp422 M menjadi Rp394 M. CTRP mengumumkan Rp 35.760.981.000,- sebagai dividen bagi pemegang sahamnya, yang akan dibayarkan pada 28 Juli 2015.

Laba Bersih CTRA naik 36%

Catatan konsolidasi kinerja CTRA 2014 membukukan pendapatan Rp6,34 T, atau naik 25% dibandingkan dengan tahun 2013 sebesar Rp5,08 T. “Kenaikan pendapatan CTRA ditahun 2014 terutama berasal dari kenaikan penjualan residensial dari CTRA sendiri dan termasuk kontribusi dari CTRS dan kenaikan pendapatan pusat niaga dan kantor dari CTRP yang dikonsolidasikan ke dalam laporan keuangan CTRA,” terang Tulus Santoso, selaku Direktur dan Corporate Secretary CTRA. Seiring dengan kenaikan pendapatan, laba bersih naik 36% menjadi Rp1,32 T, dari tahun sebelumnya sebesar Rp977 M.

Target 2015

Tahun 2015, CTRA optimis menargetkan marketing sales tumbuh 27% menjadi sebesar Rp10,96 T. Kenaikan ini didukung oleh proyek-proyek baru yang akan diluncurkan, yang terdiri dari 6 proyek residensial, masing-masing di Samarinda seluas 58 ha (CitraGarden Hills), Malang seluas 50 ha (CitraGarden City), Cileungsi seluas 82 ha (CitraLand), Lampung seluas 35 ha (CitraLand) dan Kendari seluas 60 ha (CitraGrand). Selain itu akan diluncurkan pula proyek high-rise yang meliputi apartemen Fatmawati dengan luas pengembangan 4.5 ha, sebuah proyek mixed-use seluas 2 ha yang terdiri dari apartemen, kantor dan hotel di Kemayoran, office tower di Ciputra International Jakarta serta office tower dan SOHO di Ciputra World Surabaya. Di samping itu juga akan dikembangkan proyek villa seluas 6 ha yang merupakan bagian dari proyek Ciputra Beach Resort di Bali. Seiring dengan progres pembangunan di proyek-proyek, CTRA menargetkan pada tahun 2015 ini dapat membukukan pendapatan sebesar Rp8,25 T atau naik 30% dari 2014 dan diperkirakan laba bersih sebesar Rp1,72 T atau naik 30% dibandingkan 2014.